4th International Workshop UAV (Unmanned Aerial Vehicle)

Pusat Penelitian Geoteknologi berkesempatan menjadi tuan rumah dalam acara 4th International Workshop UAV (Unmanned Aerial Vehicle) pada tanggal 2-3 Juli 2018. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai agenda rutin dalam rangka kolaborasi riset beberapa negara Asia. Tim peneliti dalam proyek ini sendiri dikepalai oleh Dr. Hiroshi Inoue dari NIED Jepang (National Research Institute for Earth Science and Disaster Resilience). Proyek ini beranggotakan peneliti dari Institut Vulkanologi and Seismologi Filipina (PHIVOLCS), Pusat Teknologi Komputer dan Elektronika (NECTEC) Thailand, Nasional Vietnam University, dan Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI.

Tujuan kolaborasi ini sendiri ada mengembangkan sebuah sistem untuk mengumpulkan foto udara menggunakan UAV/drone berukuran kecil, serta membuat sebuah sistem informasi untuk penguatan data resiko bencana, pengamatan, dan respon bencana di negara-negara Asia. Kolaborasi riset ini sendiri telah berjalan sejak tahun 2016, dan direncanakan akan berakhir pada tahun 2019.

Workshop ini dibuka dengan pemaparan dari Dr. Hiroshi Inoue tentang pengembangan instrumen UAV, baik dalam hal sumber energi, durasi terbang, kemampuan perekaman data, dll. Dalam kegiatan ini juga dilakukan diskusi mengenai perkembangan penelitian UAV oleh tim dari Chubu University, yang mencoba melakukan perekaman foto udara untuk mendapatkan data dampak bencana seperti gempabumi.

Peneliti dari Institut Vulkanologi and Seismologi Filipina (PHIVOLCS) turut melaporkan hasil penelitian mereka tentang pengamatan beberapa gunung berapi aktif di Filipina menggunakan UAV. Dari beberapa foto udara, didapatkan rekaman aktivitas gunung berapi dari ketinggian yang tidak terlalu tinggi, sehingga dapat terlihat jelas aktivitas di kawah gunung. Hal ini tentu sulit dilakukan menggunakan peralatan lain, apalagi medan yang ditembuh sangat sulit dan berbahaya jika dilakukan pengamatan langsung di dekat kawah gunung berapi. Pemaparan dari tim peneliti Thailand menunjukkan hasil pengembangan UAV di Thailand yang dimanfaatkan untuk melakukan monitoring kebakaran hutan di beberapa area di sekitar Chiang Mai.

Kegiatan juga diikuti peneliti dari Badan Geologi yaitu Dr. Akhmad Solikhin, yang menceritakan perkembangan penelitian menggunakan UAV ini. Peneliti dari LIPI, Dr. Mudrik Daryono dan Dr. Bambang Setiadi juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan mengambil topik pembicaraan seputar pemanfaatan teknologi UAV untuk mengamati kegiatan sesar aktif seperti sesar Lembang.

Para peserta workshop juga melakukan kunjungan ke Tebing Keraton, untuk melihat dari dekat kondisi lapangan dan kendala yang dihadapi peneliti LIPI untuk mengamati kegiatan sesar aktif Lembang. Kegiatan lapangan juga dilakukan dengan mengunjungi Kawah Ratu di Gunung Tangkuban Perahu, untuk melihat dari dekat, kemungkinan menggunakan teknologi UAV untuk mengamati aktivitas kawah gunung Tangkuban Perahu.

Sebagai negara yang rawan bencana alam, Indonesia masih membutuhkan pengembangan teknologi untuk mengamati aktivitas dan potensi terjadinya bencana alam. Kolaborasi riset ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pada pengembangan sistem informasi dan pengetahuan tentang resiko bencana di negara-negara Asia terutama Indonesia (DA).

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page