Workshop Kesiapsiagaan Sekolah dan Masyarakat Menghadapi Ancaman Gempa Bumi

Kegiatan workshop kembali di lakukan Pusat Penelitian Geteknologi LIPI pada hari Kamis, 29 November 2018 yang mengambil tempat di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung. Peserta yang hadir merupakan perwakilan guru – guru dari (SD), SMP, dan SMA di sekitar Kota Kebumen dan sekitar nya.

Tujuan dari diselenggarakannya workshop ini adalah untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam menghadapi gempa yang sewaktu-waktu dapat terjadi, khususnya gempa yang diakibatkan karena pergerakan sesar/patahan.

“Gempa tidak membunuh, runtuhan bangunanlah yang membunuh” berikut ucapan Dr. Eko Yulianto dalam pertengahan sesi workshop. Berangkat dari permasalahan tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir korban jiwa akibat runtuhnya bangunan, yang paling pokok adalah membuat bangunan yang tahan gempa. Pembuatan bangunan tahan gempa tidaklah sulit, hanya perlu memodifikasi  beberapa bagian pada rumah terutama pada “kolom”. Masyarakat umumnya melakukan kesalahan dengan membuat rumah tanpa kolom (hanya berupa tumpukan bata atau beton yang disemen rapi). Selain itu, untuk melindungi diri dari runtuhan atap, bisa dilakukan dengan menunduk di bawah meja yang telah diperkuat sebelumya dengan berpegangan pada kaki meja tersebut. Penguatan meja dapat dilakukan dengan menambahkan siku baja pada sambungan kaki dengan meja bagian atas. Berkaca dari negeri matahari terbit, mengikat perabot (lemari, kulkas,dll) pada dinding yang telah diperkuat, juga membantu meminimalisir adanya korban akibat tertimpa perabotan berat.

Pada sesi akhir, yaitu sesi school watching yang dipandu oleh tim Klausa Resilens Indonesia, peserta dibagi menjadi tim dan diminta untuk menyelediki lingkungan sekitar gedung yang memiliki potensi berupa “kerentanan” dan “kapasitas”. Hal tersebut dimaksudkan agar peserta lebih paham dan dapat dipraktekan langsung untuk mengenali potensi kerentanan    dan kapasitas di lingkungan, khususnya di sekolah masing-masing.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page