Dua Faktor Penyebab Longsor Banjarnegara

Metrotvnews.com, Jakarta: Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrin Tohari, menyebut ada dua faktor yang menyebabkan longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Faktor tersebut adalah kemiringan lahan yang terjal dan curam, serta aliran air.

“Aliran air dari atas juga sangat besar. Debitnya mencapai satu liter per-menit karena ada lima titik mata air,” kata Peneliti Geoteknologi LIPI, Adrin Tohari melalui siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (17/12/2014).

Adrin yang berada di lokasi bencana bersama tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Universitas Gajah Mada (UGM), sejak hari Minggu (14/12/2014) telah mencatat kemiringan lahan di kawasan tersebut yang mencapai lebih dari 30 derajat. Selain itu, tingginya curah hujan juga menjadi aspek pemicu longsor yang menimbun sekitar 40 rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 kepala keluarga.

“Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi. Dan Geofisika (BMKG), 11 hari sebelum kejadian, curah hujan di kawasan tersebut mencapai 50 persen dari rerata curah hujan di kawasan tersebut,” imbuh Adrin.

Curah hujan mencapai 103,8 milimeter per hari, sementara normalnya adalah 70 milimeter per hari. Saat ini, kondisilongsorantanah di lokasi bencana yang mencapai ketebalan 10 meter dilaporkan stabil dan tidak bergerak. “Namun harus diwaspadai jika hujan kembali turun,” ujar Adrin.

Sebelumnya, hingga hari Selasa (16/12/2014), bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah telah menelan korban jiwa lebih dari 60 orang.

Sumber: Metrotvnews.com

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page