Resensi Buku: Bumiku Seperti Kerupuk di atas Bubur

Buku yang berjudul “Bumiku Seperti Kerupuk di atas Bubur” karangan Dr. Ir. Munasri dan Dr. Eko Yulianto ini adalah buku cetakan kedua yang merupakan penyempurnaan dari cetakan sebelumnya. Buku yang diterbitkan tahun 2011 ini merupakan buku pertama dari seri “Mengenal Bumi Lebih Dekat” direncanakan akan terbit judul-judul baru dari seri ini di tahun kedepan. Tujuannya adalah sebagai usaha untuk penyebarluasan pengetahuan kesiapsiagaan menghadapi gempabumi dan tsunami kepada masyarakat.

Penulis buku ini, Dr. Ir. Munasri merupakan peneliti geologi di Puslit Geoteknologi LIPI dengan pendidikan terakhir Doctor of Science di University of Tsukuba Jepang di tahun 1998. Beliau banyak berkenalan dengan mahasiswa dan sahabat cilik siswa Taman Kanak-kanak hingga remaja SMA, dan mulai memperkenalkan kepada mereka “Ayo Mengenal Bumi Lebih Dekat”. Sedangkan Dr. Eko Yulianto merupakan peneliti geologi di Puslit Geoteknologi LIPI dengan pendidikan terakhir S3 di Fakultas Environmental Earth Science, Universitas Hokkaido, Jepang, tahun 2004. Lelaki yang gemar menulis di berbagai media dan telah menulis beberapa buku ini, dikenal sebagai pemburu jejak tsunami masa lampau dan terus menjadi pembimbing mahasiswa dari ITB, UGM, UNPAD, dan UPN. Buku setebal 32 halaman ini, dibuat sesederhana mungkin, dengan ilustrasi, foto, dan warna-warna yang menarik sehingga isinya cukup informatif dan mudah dipahami.

Dalam buku ini akan memunculkan beberapa tokoh yaitu Lala, Didi, Pak Komodo dan Robi. Lala adalah gadis ceria yang senang mencari tahu tentang alam. Didi adalah adik Lala, yang tidak sabar untuk mencari jawaban yang ingin ia ketahui, dan paling suka menggangu Robi. Robi adalah Robot Pintar yang disenangi anak-anak dan ia membantu Pak Komodo dalam memberikan jawaban. Pak Komodo akan menjelaskan atas semua pertanyaan yang akan ditanyakan kepadanya. Lala dan Didi akan mengajak anda bermain bersama Pak Komodo dan Robi untuk memasuki Seri Mengenal Bumi Lebih Dekat. Keempat tokoh tersebut akan mengajak anda mencari tahu tentang perjalanan sejarah bumi, darimana asal mineral dan minyak bumi, mengapa di Indonesia sering terjadi gempabumi, dan mengapa ada banyak gunungapi. Banyak informasi menarik yang terdapat dalam buku ini, salah satu contohnya pada halaman 10 (sepuluh) tentang pergerakan benua. Tanpa kita sadari Benua Bumi ini terus bergerak dengan kecepatan menyerupai pertumbuhan kuku di jari kita. Rata-rata kecepatan pergerakan lempeng sekitar 10 cm/tahun atau dalam sehari bergerak setebal rambut kita. Pergerakan dari lempeng tersebutlah yang mengakibatkan terjadinya gempabumi.

Dalam edisi cetakan ke-2 ini, ada beberapa perbaikan kecil yang dilakukan menyangkut tata letak, kontras warna, penambahan atau pengurangan narasi sesuai konteks dan penggantian gambar. Gambar ikon siaga bencana di halaman 19 dipakai gambar yang umum diterpakan di Indonesia, dan akan menjadi warna dan konfigurasi simbol resmi dari siaga bencana tsunami di Indonesia.

Setelah melihat dan membaca dari tampilan sampul dan isinya, tentunya buku ini diperuntukkan bagi para pelajar sekolah dasar dan menengah, namun dapat juga diperuntukkan bagi guru atau pengajar. Anda bisa mendapatkan buku ini secara gratis dengan menghubungi penulisnya atau dapat membaca buku tersebut disini. Selamat Membaca ! (didikpw)

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page