Sistem Peringatan Dini Bencana Perlu Dioptimalkan di Indonesia

[JAKARTA] Indonesia merupakan negara yang rentan bencana. Sehingga pemasangan alat peringatan dini (early warning system) harus terpasang di semua zona yang diindikasikan memiliki kerentanan terhadap bencana alam.

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrin Tohari mengatakan banyak potensi bencana yang tidak boleh hanya dipandang sebelah mata. Bahkan bencana longsor pun jangan lagi dianak tirikan, prioritas EWS untuk jenis bencana ini pun harus dilaksanakan.

“Kita diminta komitmennya terhadap EWS untuk longsor. Namun memasang EWS tidak sekadar memasang alat. Perlu ada kajian mendalam seperti kondisi geologi, topografi dan hidrologi lereng,” katanya di Jakarta, Minggu (22/12).

LIPI berencana awal tahun memulai kajian tersebut untuk program pilot project EWS longsor. Sebelumnya di skala penelitian LIPI sudah memasang alat di beberapa lokasi di Jawa Barat.

Nantinya lanjut Adrin, untuk daerah seleksi berdasarkan tingkat kerentanan, jumlah kejadian di kecamatan di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menentukan titik mana yang dipasang EWS dan instrumen jenis EWSnya apakah pengukur curah hujan, kemiringan, retakan dan pergerakan tanah.

Terkait EWS longsor, menindaklanjuti perintah Presiden dalam sidang kabinet terbatas, Rabu (17/12) agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama komunitas iptek segera memasang peralatan dini longsor.

BNPB langsung menindaklanjuti. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, langsung memimpin rapat koordinasi dengan BMKG, Badan Geologi, Kemenristek Dikti, BPPT, LIPI, IABI, BPPTKG, BPBD dan Forum Pengurangan Risiko Bencana DIY di Yogyakarta.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nuggroho mengatakan dalam waktu 2 minggu mendatang, akan dipasang 20 unit peralatan peringatan dini longsor yaitu 10 unit dari Badan Geologi dan 10 unit dari Universitas Gajah Mada (UGM). Pemasangan diprioritaskan di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Selanjutnya pada Januari 2015 akan disiapkan 20 unit peralatan tambahan dari UGM dan akan dipasang di daerah rawan bencana longsor lainnya di Indonesia. BPPT dan LIPI juga akan memproduksi peralatan untuk dipasangkan pada tahun 2015 di daerah rawan longsor yang prioritas.

“Biaya pemasangan alat menggunakan dana siap pakai dari BNPB berdasarkan rencana teknis dan rencana anggaran biaya yang diajukan dari instansi penyedia peralatan. Dalam waktu yang bersamaan, BNPB menyiapkan Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Longsor,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Perihal pemasangan, Sabtu (20/12)UGM memasang peralatan di Banjarnegara. Dari 10 unit EWS yang akan dipasang UGM terdistribusi di Banjarnegara (5 unit), Kulonprogo (1), Bandung Barat (1), Pekalongan (1), Banyumas (1), dan Magelang (1). Sedangkan dari PVMBG Badan Geologi, 10 unit EWS akan dipasang di Wonosobo (5), Jawa Barat bagian Selatan (4), dan Magelan (1).

Sebelumnya UGM bekerjasama dengan BNPB dan Pertamina telah memasang 14 EWS longsor di beberapa tempat yaitu di Banjarnegara (1), Karanganyar (2), Situbondo (1), Sulawesi Utara (1) Tasikmalaya (1), Garut (1), Tanggamus (1), Argomakmur Bengkulu (1), Baturaja (1),Sungai Penuh (1), Sumatera Utara (1), Kalimantan Selatan (1), dan Sulawesi Srelatan (1). Sedangkan PVMBG telah memasang 5 unit di Karanganyar (1), Purworejo (1), Cilacap (1), dan Magelang (2). Sementara itu BPPT telah memasang 2 unit di Agam dan Balikpapan, dan LIPI memasang di Garut.

“Semua EWS longsor tersebut adalah karya anak bangsa Indonesia sehingga perlu diapresiasi dan digunakan. Bahkan Pemeerintah Myanmar pernah membeli EWS produk UGM untuk dipasang di Myanmar pada tahun 2012,” paparnya.

Ia berharap hendaknya pemda yang memiliki daerah rawan longsor memanfaatkan peralatan ini karena sangat diperlukan masyarakat. Begitu juga dengan dunia usaha melalui program CSR (Corporate Social Reponsibility) dapat juga membangun sistem peringatan dini longsor atau bencana lainnya.

Jika selama ini bantuan diberikan saat tanggap darurat maka dapat dialihkan dalam bentuk pencegahan bencana dengan peringatan dini. [R-15/L-8]

Sumber: Sumber : Suara Pembaruan Online, 22 Desember 2014

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page