Menggapai Cita-cita Masyarakat Tangguh Bencana Alam di Indonesia

Penulis: Herryal Z. Anwar dan Hery Harjono
Penerbit: Andira Bekerjasama dengan Sub-kegiatan Kompetitif Kebencanaan dan Lingkungan LIPI
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-979-3781-09-9

Secara umum diketahui bahwa wilayah Republik Indonesia di samping memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah, juga merupakan suatu wilayah yang sarat dengan sumberdaya alam yang bersifat negatif yang dapat melahirkan bahaya alam. Banyak wilayah, yang disadari atau tidak, yang memiliki potensi bencana alam namun dijadikan daerah permukiman atau sentra aktifitas masyarakat lainnya, sehingga menjadikan manusia yang terpapar terhadap bahaya alam jumlahnya semakin banyak. Pada gilirannya ketika terjadi bencana maka kerugian-kerugian terutama sosial dan ekonomi akan semakin banyak pula dan hal yang paling menyedihkan banyak masyarakat miskin yang menjadi korban.

Berkaitan dengan bencana, Indonesia telah memiliki UU no. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dengan demikian pada dasarnya kegiatan pengelolaan bencana di Indonesia sudah memiliki dasar hukum yang kuat. Sebelum adanya UU tersebut kegiatan pengelolaan bencana di Indonesia hanya diatur oleh Peraturan Presiden yang kegiatannya lebih menitik beratkan pada proses tanggap darurat, pemulihan dan rekonstruksi. Pada hakekatnya UU ini adalah untuk membentuk bangsa Indonesia yang tangguh dalam mengantisipasi bahaya alam melalui kemampuan untuk meredam risiko hingga sekecil mungkin dan kemudian pulih kembali ke keadaan semula dalam waktu yang singkat. UU tersebut juga telah merubah paradigma yang dianut selama ini dalam penanggulangan bencana di Indonesia yakni dari kegiatan setelah terjadinya suatu bencana menjadi suatu kegiatan yang bekesinabungan mulai dari penguatan kapasitas masyarakat untuk menstimulasi kesiapan dan kesiapsiagaan hingga tanggap darurat ketika terjadi bencana. Namun disadari mengingat luasnya wilayah negara kita yang terancam oleh bahaya alam dan beragamnya jenis bahaya yang mengancam serta besarnya jumlah masyarakat yang terpapar dan masih terbatasnya kualitas sumberdaya manusia pengelola bencana yang memadai telah menyebabkan cita-cita yang ingin dituju oleh UU No. 24 tahun 2007 tersebut belum tercapai sepenuhnya.

Buku “Menggapai cita-cita masyarakat tangguh bencana alam di Indonesia” ini merupakan hasil rekaman dari sejumlah tulisan mengenai bencana alam di dunia dan khususnya di Indonesia yang dilengkapi dengan pengalaman-pengalaman penulis dan peneliti-peneliti di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ketika melakukan penelitian yang berhubungan dengan pengurangan risiko bencana.  Namun pembahasan dalam buku ini  lebih tertuju kepada bencana alam yang sangat banyak mengancam bumi Indonesia dan merugikan baik masyarakat maupun pemerintah, di antaranya yaitu gempabumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, dan longsor.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page