Seminar Pemanfaatan X Band Radar Untuk Sistem Peringatan Dini Pergerakan Tanah

Poklit Gerakan Tanah mengadakan seminar dengan mengundang pembicara Mr. Masahiko Takamatsu (Deputy Manager Radar System Engineering) dari Japan Radio Co.Ltd Jepang. Seminar dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Bapak Dr. Haryadi Permana. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan  bahwa seminar ini merupakan kelanjutan kerjasama peringatan dini pergerakan tanah antara Pusat Penelitian Geoteknologi dengan JRC. Selanjutnya Dr. Haryadi Permana juga memberi informasi bahwa longsoran di Prov. Jawa Barat sering terjadi, bahkan frekuensi terjadinya sampai 250 kali pada tahun tertentu. Jumlah korban akibat kejadian tersebut tidak selalu banyak, namun apabila dikalikan dengan jumlah terjadinya akan bernilai besar.

Seminar  ini dihadiri  oleh peneliti, perekayasa, dan Humas Puslit Geoteknologi LIPI serta peneliti BMKG Bandung. Dalam pemaparannya, Mr. Masahiko Takamatsu menyampaikan bahwa radar (Radio Detection and Ranging) ini menggunakan frekuensi X Band dan dapat mengukur curah hujan sebelum jatuh ke permukaan tanah. Apabila diaplikasikan pada sistem peringatan dini gerakan tanah, radar ini mempunyai nilai kelebihan, yaitu dapat memperpanjang waktu evakuasi. Pada sistem konvensional menggunakan tipping bucket, waktu untuk evakuasi berkisar 1-2 jam, akan tetapi dengan alat ini, waktu evakuasi bisa menjadi 4-5 jam. Dengan menggunakan X Band, radius pengukuran dapat mencapai 80 km, hal ini setara dengan pengukuran menggunakan tipping bucket per 150m2 sejumlah hampir 9000 unit. Dengan demikian dapat diketahui berapa penghematan yang akan dicapai.

xband-radar2

Pada proses analisis data, alat ini juga menghitung pengaruh angin dampaknya terhadap curah hujan berbasis real time. Dengan demikian diharapkan hasil analisis menjadi lebih mendekati kenyataan. Selain hal tersebut, proses analisis peringatan dini longsor juga menggunakan snake curve guna mendapatkan batasan curah hujan yang dapat mengakibatkan longsoran.

Di Jepang, alat ini telah dipasang sebanyak 27% oleh para pengguna non pemerintah dan 80% di daerah pengawasan Badan Meteorologi Jepang. Di samping itu, alat ini telah digunakan di beberapa negara seperti: Pakistan, Bangladesh, Filipina dan Laos.(TPH)

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page