Sosialisasi Perka LIPI Nomor 13 Tahun 2015

(Berita – Humas Geotek) Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI pada hari Selasa (23/2) lalu menyelenggarakan sosialisasi terkait Perka LIPI Nomor 13 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk seluruh pegawai Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.

Dalam pengarahan Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Dr. Ir. Haryadi Permana mengingatkan penerapan Perka LIPI No.13 Tahun 2015 tidak untuk ditafsirkan lagi karena ini sudah menjadi peraturan dan dimanfaatkan untuk  mengevaluasi diri kita sendiri terhadap kinerja pribadi. Khusus kepada  para peneliti terkait capaian kinerja, Kepala Pusat menyatakan bahwa peraturan ini  menjadi perhatian karena mulai tahun 2016 ini penilaiannya akan lebih ketat.

Kepala Bagian Tata Usaha, Ir. Yugo Kumoro, pada kegiatan ini menambahkan bahwa sosialisasi Perka LIPI No.13 Tahun 2015 ini bertujuan agar seluruh pegawai dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Selain Perka LIPI No.13 Tahun 2015, Ir. Yugo Kumoro menjelaskan mengenai  acuan dan data untuk perhitungan tunjangan kinerja Pegawai Negeri Sipil LIPI, yaitu berdasarkan: (1) Kelas Jabatan, (2) Data Prestasi Kerja Pegawai, (3) Data Kehadiran pegawai dan (4) Peraturan Disiplin Pegawai. Terkait tunjangan kinerja harus sesuai dengan capaian kinerjanya dengan konsekwensi apabila tidak diikuti ketentuan tersebut akan berimpas pada besaran tunjangan yang akan diterima nantinya. Untuk pegawai yang sedang melaksanakan tugas belajar, tunjangan kinerjanya diberikan sebesar maksimal 80% (delapan puluh persen) dari kelas jabatan terakhir dan berdasarkan penilaian prestasi belajar yang bersangkutan. Sedangkan untuk pegawai yang mendapatkan ijin belajar karena perpanjangan dari tugas belajar, maka tunjangan kinerjanya sebesar 50% (lima puluh persen) dari kedudukan kelas jabatan terakhir yang bersangkutan.  Dalam Perka LIPI juga dijelaskan tentang hak cuti bersalin terutama bagi kelahiran anak ke 3 (tiga), tunjangan kinerjanya dipotong sebesar 1 % ( satu persen) setiap hari sedangkan cuti untuk kelahiran anak ke 4 (empat) diberikan cuti di luar tanggungan negara tetapi tidak mendapat tunjangan kinerja.

Selanjutnya Ir. Yugo Kumoro juga menerangkan tunjangan kinerja tidak diberikan kepada pegawai yang tidak mempunyai tugas, pekerjaan atau jabatan, kemudian pegawai yang diberhentikan untuk sementara waktu karena  dibebaskan dari jabatan fungsionalnya. Selain itu dijelaskan juga cara perhitungan dalam penilaian prestasi kerja dan persentase tunjangan kinerja terhadap prestasi kerja berikut dengan beberapa contoh. (HR)

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page