PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMANTAUAN, PREDIKSI DAN KONTROL BAHAYA GERAKAN TANAH AKIBAT HUJAN EKSTREM

sosialisasi091116

(Berita – Humas Geotek) Selasa, 29 November 2016 bertempat di Gedung 10 Kompleks LIPI Bandung, kegiatan sosialisasi dan implementasi Hasil Kegiatan Penelitian Unggulan LIPI yang bertema  “PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMANTAUAN, PREDIKSI DAN KONTROL BAHAYA GERAKAN TANAH AKIBAT HUJAN EKSTERM” diselenggarakan.

Instansi yang hadir sejumlah 12 instansi dengan peserta 35 orang. Instansi yang hadir antara lain BPBD Prov. Sumatera Barat, BPBD Prov. Jabar, JRC , Jasa Marga Padaleunyi, Jasa Marga Solo – Semarang, PT. Kereta Api Indonesia, UPJP Kamojang, dan Chevron Geothermal Gunung Salak, Star Energy Jabar, JRC, ANTAM, Indonesia Power, serta para peneliti POKLIT Gerakan Tanah Puslit Geoteknologi LIPI Bandung.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Dr. Ir. Eko Yulianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebijakan sampai tahun 2019 adalah mengutamakan diseminasi upaya  pencegahan  bahaya gerakan  tanah  karena  longsoran  dari  gerakan  tanah  ini  sering  terjadi. Walaupun jumlah korban akibat kejadian ini tidak selalu banyak, namun apabila dikalikan dengan jumlah terjadinya akan bernilai besar.  Khusus daerah Cekungan Bandung, terdapat potensi lain dan mendapat perhatian besar, ancaman tersebut ialah Patahan Lembang yang berpotensi bisa memicu gempa sampai Skala 7.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Adrin Tohari, Suryadi, ST dan Ir. Yunarto, MT. Sebagai moderator adalah Arifan Jaya Syahbana, M.Eng. Kegiatan ini diawali dengan pemutaran film memperkenalkan alat hasil inovasi berupa Wiseland (Wireless Sensor for Landslide) yang telah dipasang di daerah Kp. Sidamukti serta pemasangan The Greatest LIPI (Technology Gravitational Extraction Groundwater for Slope Stabilization) di Tol Padaleunyi KM. 100 dan Stasiun Bumi Waluya.

Dalam acara pemamparan materi, Dr. Adrin Tohari memberikan penjelasan mengenai: seluk beluk hasil inovasi dari kegiatan ini yang dinamai alat Wiseland yang bisa berkomunikasi ke segala arah yang teknologinya bisa diakses melalui Android atau GSM. Dengan sistem on-line ini bisa dengan cepat memantau tanpa harus kelokasi. Dr. Adrin Tohari mengajak kerjasama kepada instansi yang hadir untuk memanfaatkan hasil inovasi kegiatan yang dinamai Wiseland.  Selanjutnya dijelaskan juga tentang Ancaman Tanah Longsor, Amplifikasi Tanah dan Penurunan Tanah baik secara spasial maupun temporal. Membangun sistem perlu melibatkan masyarakat dan mengedukasi masyarakat sekitar dimana alat/sensor dipasang sehingga keterlibatan dan pengetahuan masyarakat atas kegunaan/fungsi dari alat yang pasang. Diharapkan masyarakat menjaga keamanan dari alat yang dipasang. Selanjutnya Narasumber Suryadi ST. memaparkan mengenai komponen sensor  peralatan Wiseland. Selanjutnya narasumber Yunarto, MT juga turut menjelaskan program komputer yang dipakai dalam menganalisis kerentanan gerakan tanah, yaitu piranti lunak TRIGRS yang telah dimodifikasi. Pada tengah hari, acara dilanjutkan field Trip ke KM. 100 Tol Padaleunyi. (tph)

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page