Pakar Geoteknologi Ungkap Solusi Untuk Jembatan Cisomang

281216-cisomang

Ahli Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Adrin Tohari mengatakan, upaya teknis untuk menangani pilar yang retak di Jembatan Cisomang, dengan penyuntikan bahan-bahan kimia di permukaan atas jembatan, merupakan langkah sementara untuk menangani masalah keseluruhannya. Hal itu dinilainya tidak cukup mengatasi pergeseran.

Walaupun pelapisan pilar juga akan dilakukan dengan menggunakan bahan karbon, Adrin menilai masalah itu tidak akan selesai begitu saja, sebab masalah utamanya ada di tiang pondasinya yang juga harus diselesaikan dengan seksama.

“Itu hanya untuk penanganan tempororer, dan bukan permanen. Retakan akan diisi dengan cairan kimia dan karbon, sementara penanganan kontur utamanya kan ada di pondasi. Karena memang faktor utama masalahnya itu ada di pondasi,” kata Adrin saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa 27 Desember 2016.

Adrin memperkirakan, tiang P2 yang mengalami pergeseran karena berada di kaki lereng itu diibaratkan seperti tersundul oleh dorongan tanah berjenis batu lempung sehingga miring ke arah lereng.

“Jadi itu bukan karena permukaan tanahnya terkikis. Karena kalau terkikis air sungai berarti dia miringnya ke arah Bandung. Tapi kalau tersundul batuan lempung itu maka miringnya ke arah Jakarta,” kata Adrin.

Oleh karena itu, dia berharap pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Jasa Marga bisa segera membuat solusi jangka panjang. Agar ke depannya masalah geologis seperti di Jembatan Cisomang ini tidak terjadi lagi di ruas-ruas Tol Purbaleunyi lainnya, yang memiliki kesamaan struktur dan jenis tanah.

“Penanganannya, pondasi P2 itu harus diperkuat dan diikat kembali dengan tiang bor yang cukup besar, yang bisa menahan pergerakan lereng. Kalau misalnya belum bisa juga, maka harus dibuat lagi tiang pilar jembatan tambahan sebagai penopang baru,” ujarnya.

Diketahui, proses perbaikan terhadap Jembatan Cisomang, di salah satu ruas Tol Purbaleunyi, Jawa Barat, sampai saat ini masih terus dilakukan. Sedikitnya enam pilar yang menopang jembatan akan diperkuat, untuk mencegah pergeseran semakin meluas.

Sementara untuk perbaikan secara permanen, sejumlah alat berat akan diturunkan untuk proses tahap lanjutan pada awal Januari 2017 mendatang, dan ditargetkan akan rampung dalam tiga bulan ke depan.

Sumber: viva.co.id, 27 Desember 2016

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page