127 Sumur Ambles Mendadak Di Kediri, Ini Dugaan Peneliti LIPI

tempo_020517

TEMPO.COBandung – Pakar dan peneliti instrumen longsor dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung, Adrin Tohari, mengatakan kejadian puluhan sumur yang ambles di Kediri, Jawa Timur, merupakan fenomena alam. Ia menduga kejadian itu muncul akibat pengikisan lapisan tanah dinding lubang sumur oleh air hujan yang mengalir di celah lapisan tersebut.

“Lapisan tanah tersebut terdiri atas partikel pasir halus yang lepas atau tidak padat yang berasal dari erupsi gunung api muda,” kata Adrin, Senin, 1 Mei 2017.

Dugaan tersebut juga merujuk pada bentuk lubang amblesan tanah yang mengikuti dimensi sumur. Lapisan tanah yang ambles itu kemudian mengisi lubang sumur sehingga air sumur menjadi dangkal.

“Untuk peristiwa amblesannya bisa terjadi dalam waktu beberapa jam, tapi proses penggerusan lapisan tanah pasir di dinding sumur tersebut bisa berlangsung selama musim hujan lebat,” ujarnya.

Hipotesis dari pakar lain, kata Adrin, misalnya kenaikan muka air sumur yang menyebabkan lapisan tanah pasir di lubang sumur mengalami penurunan kekuatan sehingga kemudian runtuh.

Menurut Adrin, dampak amblesan sumur ke bangunan rumah warga sangat bergantung pada jaraknya. Jika dekat dengan fondasi rumah, lubang sumur itu perlu ditimbun agar tidak ikut menggerus. “Sumur yang ditimbun diganti dengan sumur bor saja. Pemda perlu turun tangan untuk pengadaan sumur bor ini,” katanya.

Sejak Senin, 24 April 2017, sumur warga bergiliran ambles. Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri, Randy Agata, seperti dikutip Antara, mengatakan fenomena sumur ambles itu meluas di dua desa, yaitu Desa Manggis dan Gadungan, Kecamatan Puncu. Tercatat sudah ada 127 sumur yang ambles dan 117 sumur airnya keruh.

Sumber: tempo.co, 02 Mei 2017

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page