Longsor Di Daerah Karangsambung

01032018-karangsambungKebumen merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki kerentanan terhadap kejadian longsor. Hal tersebut berdasarkan kondisi morfologi Kebumen yang menunjukkan pegunungan dengan kemiringan lereng agak curam hingga curam. Intensitas hujan di daerah tersebut juga relatif tinggi terutama saat musim hujan. Tercatat beberapa kejadian longsor pernah terjadi di Kebumen, khususnya di Karangsambung.

Berdasarkan penelusuran data yang dilakukan, jalur Karangsambung – Sadang pernah beberapa kali mengalami longsor sebelumnya. Bulan Juli tahun 2016 tepatnya di Desa Giritirto, bulan Desember 2016 di Bukit Buceng, dan bulan Desember 2015 tepatnya di Dusun Karangmangu, Desa Totogan.

Menurut  suaramerdeka.com, longsor yang berupa tanah dan batuan terjadi di Dusun Selorondo, Desa Langse, Kecamatan Karangsambung terjadi pada hari Selasa (13/2) tepatnya pada dini hari. Longsor tersebut menutup akses jalan yang menghubungkan Kebumen dengan Kecamatan Karangsambung dan Sadang. Menurut catatan, tidak ada korban jiwa akibat longsor ini, tetapi warga kesulitan untuk beraktifitas dipagi hari karena jalan tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

Menurut Eko Soebowo (peneliti LIPI), kejadian longsor umumnya memiliki beberapa pengontrol, antara lain: tingkat pelapukan yang terjadi pada tubuh batuan yang menyusun lereng, kemiringan lereng yang dibentuk secara alami maupun buatan, dan perubahan tata guna lahan. Kejadian longsor yang terjadi pada 13 Februari di jalur Karangsambung – Sadang diidentifikasi terjadi pada batas kontak antara batuan penyusun lereng yang telah lapuk dengan batuan yang masih segar pada kemiringan lereng yang relatif agak curam. Intensitas hujan yang cukup tinggi pada bulan Februari di daerah tersebut juga memicu untuk terjadinya longsor.

Menurut beliau, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan agar tidak tejadi lagi longsoran di daerah dengan potensi tinggi bahaya longsor, khususnya di Karangsambung. Cara yang dapat dilakukan antara lain pembuatan terasering atau melakukan pemotongan kemiringan lereng, pengelolaan air permukaan dengan pembuatan parit dari atas lereng (agar air hujan tidak banyak masuk ke lereng, sehingga meningkatkan tekanan pori di lereng), dan pembuatan sistem peringatan dini longsor berbasis intensitas hujan (Alvian).

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page