Seminar Ilmiah (Reboan) : “Potensi Bencana Air Tanah Di Jawa Barat”

01032018-reboanPada hari Rabu, 28 Februari 2018 bertempat di Ruang Pangea Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI telah diselenggarakan seminar ilmiah (reboan) dengan pembicara Ir. Aan Noerhasanah selaku Kepala Bidang Airtanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat dengan tema “Bencana Air Tanah di Jawa Barat, Peringatan Dini dan Upaya Pengurangan Resikonya”. Pembicara ke dua yaitu Dr. Rachmat Fajar Lubis selaku peneliti Puslit Geoteknologi LIPI mempresentasikan materi seminar dengan tema “Resiko Bencana Air Tanah Indonesia”. Seminar ilmiah ini dilakukan secara berkala setiap bulan di Pusat Penelitian Pusat Geoteknologi LIPI, tidak hanya menghadirkan pembicara dari Puslit Geoteknologi LIPI namun juga menghadirkan pembicara dari instansi lain, yang dalam kesempatan kali ini meghadirkan Ir. Aan Noerhasanah. Acara ini dihadiri oleh para peneliti, teknisi, karyawan Puslit Geoteknologi LIPI, peneliti dari instansi lain maupun mahasiswa.

Pembukaan seminar ilmiah reboan dilakukan oleh Kepala Sub Bidang Pengelolaan Hasil penelitian, Wilda Naily, S.Si, M.T, dan selaku moderator Ir. Priyo Hartanto. Pembicara pertama yaitu Ir. Aan Noerhasanah, MT. secara garis besar menjelaskan mengenai latar belakang mengapa banyak industri maupun masyarakat yang menggunakan air tanah, kondisi eksisting dan permasalahan yang ditimbulkan akibat penggunaan air tanah secara berlebihan khususnya oleh industri-industri, konsep pengelolaan, implementasi kebijakan pengelolaan, upaya konservasi, evaluasi perizinan, serta Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GN-PSDA).

Air tanah digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan air bersih baik oleh masyarakat maupun industri dikarenakan biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah, cara memperolehnya relatif lebih mudah, dan kualitasnya yang relatif lebih baik dibandingkan dengan air permukaan. Selain itu keterbatasan suplai air bersih dan cakupan pelayanan oleh PDAM menjadi alasan yang mendasari banyaknya penggunaan air tanah sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih baik untuk masyarakat maupun industri. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya permasalahan yang ditimbulkan diantaranya turunnya muka air tanah, penurunan kualitas air, intrusi air laut di wilayah pesisir, dan penurunan muka tanah.

Berbagai data yang diperoleh seperti data penggunaan air tanah, kondisi air tanah berdasarkan peta Cekungan Air Tanah (CAT) Bandung Soreang, dan peta zona intrusi air laut menunjukkan kondisi air tanah semakin tahun semakin memburuk. Oleh karena itu disusun konsep pengelolaan air tanah yang terdiri dari upaya konservasi, pengunaan dan pengendalian. Selain itu juga dilakukan implementasi kebijakan yang dapat mendukung konsep pengelolaan air tanah diantaranya penyusunan rencana pengelolaan air tanah, penetapa zona konservasi, perencanaan pemantauan, pelayanan rekomendasi teknis, dan dukungan penataan ruang. Sebagai salah satu upaya konservasi air tanah dilakukan dengan mensyaratkan pembuatan sumur imbuhan, sumur resapan, dan sumur pantau pada setiap industri yang menggunakan air tanah. Apabila setelah dikeluarkannya izin pemanfaatan air tanah, industri tersebut tidak melakukan syarat-syarat yang ditetapkan maka pada saat perpanjangan pihak Dinas ESDM akan mengurangi debit pemanfaatan air tanah untuk industri tersebut. Pemantauan terhadap air tanah dilakukan secara berkala oleh Dinas ESDM meliputi kualitas berdasarkan uji lab, kuantitas berdasarkan MAT, dan debit, serta lingkungan air tanah berdasarkan adanya amblesan, pencemaran, dll. Beberapa industri sudah menggunakan Telemetri sebagai sistem pemantauan muka air tanah yang datanya sudah terkoneksi dengan internet sehingga memudahkan dalam pemantauan.

“Apakah bencana air tanah sudah terjadi di Indonesia?”, pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang mendasari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rachmat Fajar Lubis pembicara ke dua yang mempresentasikan penelitian dengan judul Risiko Bencana Air Tanah di Indonesia.

Bahaya dan bencana merupakan dua kata yang memiliki definisi berbeda. Bahaya merupakan potensi timbulnya kerusakan atau kerugian, dengan kata lain hal yang belum terjadi sedangkan bencana merupakan kerusakan atau kerugian yang telah terjadi.  Namun masyarakat tidak terlalu wasapada terhadap kata bahaya dibandingkan dengan kata bencana. Oleh karena itu penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rachmat Fajar Lubis diberi judul Risiko Bencana, yang memiliki definisi besarnya kerugian atau kemungkinan terjadi koban manusia, kerusakan, dan kerugian ekonomi yang disebabkan bahaya tertentu di suatu daerah pada suatu waktu tertentu. Risiko bencana dipengaruhi oleh nilai bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Bahaya terbagi menjadi dua yaitu bahaya yang bersifat tetap atau alami dan bahaya yang bersifat tidak tetap atau diakibatkan oleh aktifitas manusia. Bencana juga terbagi menjadi dua yaitu reversible interference dan irreversible degradation. Jika irreversible degradation contohnya seperti pencemaran air tanah, intrusi air laut dan amblesan tanah sudah terjadi maka akan sulit untuk dilakukan pemulihan.

Hasil pemodelan pengurangan risiko bencana seharusnya diintegrasikan pada konsep manajeman bencana yang merupakan rangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, rehabilitasi dan konstruksi. Upaya pengurangan risiko bencana air tanah akan berhasil apabila pemahaman terhadap jenis bahaya air tanah sudah dilakukan dengan baik. Selain itu diperlukan analisa dan upaya pengurangan kerentanan air tanah yang terpadu serta analisa dan penguatan kapasitas secara terintegrasi sehingga menghasilkan konsep pengurangan risiko bencana air tanah yang terukur dan optimal (Veny).

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”17″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_thumbnails” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” override_thumbnail_settings=”0″ thumbnail_width=”240″ thumbnail_height=”160″ thumbnail_crop=”1″ images_per_page=”20″ number_of_columns=”0″ ajax_pagination=”0″ show_all_in_lightbox=”0″ use_imagebrowser_effect=”0″ show_slideshow_link=”1″ slideshow_link_text=”[Show slideshow]” maximum_entity_count=”500″]

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page