Kegiatan Lapangan Studi Paleotsunami Selatan Jawa di Lumajang

paleotsunami-140318-3Beberapa upaya mitigasi bencana telah dilakukan untuk membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Diantaranya kegiatan penelitian paleotsumi yang dilakukan selama 9 hari dari tanggal 14 Februari – 22 Februari 2018.

Tujuan penelitian ini selain untuk memperpanjang catatan sejarah tsunami di Selatan Jawa adalah untuk pembuktian bahwa gempa besar dengan magnitude >9 pernah dan bisa terjadi di sepanjang zona subduksi, termasuk di selatan Pulau Jawa. Penelitian sebelumnya telah dilakukan dibeberapa lokasi dari barat sampai ke timur pantai Selatan Jawa diantaranya di Lebak, Pangandaran, Cilacap, Kulonprogo, dan Pacitan.

Hasil dari penelitian sebelumnya menemukan bukti adanya tsunami besar yang dihasilkan oleh gempa besar dengan magnitude >9, hal ini berdasarkan dari temuan endapan paleotsunami yang seumuran yang distribusinya sangat luas, ditemukan mulai dari Lebak, Pangandaran, Cilacap, dan Pacitan. Dalam penelitian tahun – tahun sebelumnya diketahui bahwa perulangan kejadian tsunami besar di Selatan Jawa adalah setiap 500 – 800 tahun sekali.

Untuk mengkonfirmasi bahwa endapan paleotsunami yang sudah ditemukan di Selatan Jawa pada penelitian tahun – tahun sebelumnya adalah endapan tsunami yang dihasilkan oleh gempa besar dengan magnitude > 9, maka endapan tsunaminya juga harus ditemukan di bagian timur pantai Selatan Jawa. Untuk itulah tahun 2018 ini fokus survey dilakukan di wilayah Lumajang, Jawa Timur.

Dari kegiatan penelitian lapangan, dibagian timur Lumajang ditemukan setidaknya dua lapisan kandidat paleotsunami, sementara di bagian barat hanya ditemukan satu lapisan kandidat paleotsunami. Analisis laboratorium akan digunakan untuk mengkonfirmasi lapisan – lapisan tersebut endapan paleotsunami atau bukan, juga untuk mengetahui kapan kejadian tsunami purbanya.

Kegiatan penelitian paleotsunami ini dibungkus dalam bentuk training tsunami geologi bagi dua CPNS Puslit Geoteknologi LIPI dan lima mahasiswa S1 Teknik Geologi dari Undip, Unsoed dan ITB. Sehingga kegiatan penelitian ini akan mengahsilkan output yang lebih banyak (Hilmi & Purna).

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page