Peduli Sampah Citarum

Pengolahan sampah dengan metode TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) merupakan salah satu cara yang yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah di Sungai Citarum sebagai bagian dari revitalisasi Sungai Citarum. Tema ini diangkat oleh Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI (P2G LIPI) bekerjasama dengan Alumni ITB 74, Wanadri, dan Alumni Mahawarman YON1 ITB dalam sebuah pertemuan Tim Peduli Sampah Citarum pada hari Selasa 10 April 2018. Pertemuan ini merupakan rangkaian kepedulian tim sebagai bagian masyarakat untuk mendukung program Pemerintah mengenai Citarum Harum Bestari yang digagas oleh Kodam III Siliwangi. Acara ini dihadiri oleh Asisten Komando Teritorial (ASTER) Kodam III Siliwangi, Bapak Herlansyah yang mewakili Kolonel Infanteri Andri K, Komandan Sektor Citarum 1 hingga 22, Bapak Ir. Lex Laksamana (pemerhati lingkungan), Bapak Ir. Supardiono Sobirin (BPKLTS Jawa Barat), Wanadri, dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi.

Acara dipandu oleh Dr. Dyah Marganingrum sebagai anggota Tim Peduli Sampah Citarum juga sebagai peneliti bidang manajemen lingkungan di P2G LIPI. Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala P2G LIPI, Dr. Eko Yulianto, dilanjutkan dengan sambutan dari Asisten Teritorial Kodam III Siliwangi.

Sebelum memulai presentasi mengenai TOSS, Prof. Robert Delinom sebagai Peneliti Hidrologi dari P2G LIPI dan ITB 74 memberikan overview mengenai Sungai Citarum. Presentasi mengenai metode TOSS disajikan oleh Ir. Sonny Djatnika Sundadjaja sebagai inovator olah sampah TOSS.

Revitalisasi Sungai Citarum mulai dilakukan semenjak tahun 2016, pada mulanya program ini digagas oleh Pangdam Siliwangi. Munculnya ide pemanfaatan sampah dari Sungai Citarum diawali dari diskusi antara Prof. Robert dengan Bapak Supriadi Legino (Rektor STT PLN), bahwa sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik atau bahan bakar dengan menggunakan bioaktivator melalui metode peuyeumisasi. Kegiatan pengolahan sampah menjadi energi tersebut kemudian dilakukan oleh Pusat Geoteknologi LIPI dengan ITB74 dan STT PLN.

Ir. Sonny D.S. memaparkan mengenai pengolahan sampah dengan metode TOSS, merujuk dari kendala-kendala metode pengelolaan sampah saat ini. Metode TOSS dengan proses peuyeumisasi merupakan solusi mengatasi persoalan timbulan sampah tanpa proses pemilahan. Hasil proses peuyeumisasi tersebut berupa briket, pelet, atau bentuk granular sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap biocoal yaitu bahan bakar biomassa yang menyerupai batubara. Menurut beliau, apabila informasi metode TOSS ini telah banyak diketahui masyarakat, maka nilai sampah akan meningkat dan tidak lagi menjadi persoalan lingkungan. Metode TOSS telah dikembangkan secara terintegrasi menjadi sebuah sistem pengelolaan sampah di Daerah Klungkung Bali. Pembicara (Ir. Sonny D.S.) berharap dengan sinergi dari berbagai pihak melalui pertemuan ini, metode TOSS yang lebih baik dapat diaplikasikan di Jawa Barat, khususnya Bandung.

Acara ditutup dengan diskusi mengenai penanganan sampah di Sungai Citarum, umumnya di wilayah Bandung. Hal ini bertujuan agar Bandung menjadi bersih dari sampah. Diharapkan, tindak lanjut dari pertemuan tim Peduli Sampah Citarum ini adalah perlu dijadwalkan presentasi di Gedung Sate di hadapan Bapak Gubernur sebagai Komandan Satgas (DM).

 

 

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page