Ketahanan Air dan Lingkungan

Air merupakan kebutuhan mendasar bagi makhluk hidup, tanpa air niscaya tidak ada kehidupan di bumi. Permukaan bumi terdiri dari 71% air, dimana hanya 0,3 per mil merupakan air tawar. Betapa pentingnya air bagi kehidupan telah dideklarasikan oleh PBB, bahwa air merupakan hak dasar manusia, setiap manusia mempunyai hak yang sama terhadap pemakaian air. Kini dunia internasional/nasional memformulasikan prioritas penting sebagai isu utama sepanjang sejarah peradaban manusia adalah pangan (food), air (water) dan energi (energy). Sehingga untuk menjawab tantangan tersebut maka diperlukan ketahanan sumber daya air (water resources resilience) yang dapat mendukung keberlangsungan kehidupan umat manusia saat sekarang maupun dimasa yang akan datang. Disisi lain pemanfaatan sumberdaya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat tidak seharusnya menimbulkan masalah degradasi lingkungan. Masalah lingkungan hidup tidak akan muncul selama pemanfaatan sumberdaya masih dalam batas-batas daya dukungnya. Studi sumber daya air dan lingkungan oleh Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI telah dilakukan sejak tahun 1980. Pencapaian terbesar yang berkaitan dengan sumber daya air yaitu telah dirumuskannya karakter dan perilaku sumber daya air di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan wilayah perkotaan. Sedangkan dalam bidang lingkungan meliputi studi rehabilitasi lingkungan pada lahan bekas tambang timah, batubara, nikel dan batugamping.

Tujuan dan Sasaran

Puslit Geoteknologi LIPI sebagai salah satu institusi pemerintah yang memiliki kompetensi di bidang ini merasa perlu untuk membentuk Laboratorium Ketahanan Air dan Lingkungan dengan visi:

Memberikan jawaban terhadap permasalahan kerentanan air dan lingkungan di Indonesia

Adapun misi dari poklit ini adalah :

  • Membuat konsep dan usulan strategi ketahanan air di Indonesia;
  • Mengembangkan kompetensi para peneliti di bidang sumberdaya air dan lingkungan di Indonesia, khususnya di lingkungan Puslit Geoteknologi;
  • Mengembangkan jaringan dan kerjasama dengan para pemangku kepentingan di bidang sumberdaya air dan lingkungan baik yang bersifat nasional maupun internasional;
  • Penguatan Kompetensi inti untuk pemahaman dan penerapan konsep daya dukung bagi pengelolaan lingkungan berkelanjutan;
  • Kontribusi bagi upaya untuk menyelesaikan permasalahan  lingkungan yang timbul sebagai akibat pemanfaatan sumberdaya atau pengembangan wilayah, melalui kegiatan penelitian.

Poklit Ketahanan Air dan Lingkungan dalam tiga sampai lima tahun kedepan akan mengembangkan kegiatan penelitian dan kerekayasaan untuk mengembangkan konsep dan model yang bisa diaplikasikan dalam mengembangkan kemampuan pemerintah dan masyarakat untuk  mengelola dan memanfaatkan sumber daya air dan lingkungan dengan lebih baik.

Kegiatan yang telah dilaksanakan:

  1. Sosialisasi ketahanan air di Provinsi DKI Jakarta.
  2. Feasibility study airtanah Kota Prabumulih.
  3. Penelitian sumberdaya airtanah Desa Ligarmukti, Kec. Klapanunggal, Kab. Bogor.
  4. Daya Dukung Sumberdaya Air Kota Cirebon dan Sekitarnya.
  5. Pengaruh penggunaan lahan terhadap fungsi konservasi airtanah di sub DAS Cikapundung.
  6. Penjejak keluaran Airtanah di lepas pantai (KALP) di pantai utara Semarang dan sekitarnya dengan 222radon.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page