Gempabumi dan Geodinamika

Kelompok penelitian gempabumi dan geodinamika dibentuk sebagai wadah bagi para peneliti dan atau perekayasa Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI dengan maksud untuk pengembangan dan pembinaan minat (passion), bakat (talent) dan kompetensi (competence) bidang geologi dan geofisika. Selain itu kelompok ini menjadi tempat dalam mengembangkan kompetensi secara bersama-sama, bersifat terbuka (inklusif) dalam merancang dan membangun ide melalui kerjasama dengan mendahulukan tujuan dan peran sertanya secara aktif dan nyata untuk memecahkan tantangan atau permasalahan dan dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang muncul terkait dengan ilmu kebumian seperti gempabumi dan dinamika geologi secara holistik dalam bentuk hipotesa, pemikiran, timbangan ilmiah, konsep, maupun rekomendasi bagi pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan penelitian kebencanaan di lingkungan Puslit Geoteknologi, khususnya di bidang gempabumi dan tektonik aktif sudah berjalan dan berkembang lebih dari 10 tahun.  Sejak awal tahun 1990, sudah memulai penelitian gempa di Sumatra dengan intensif.  Di wilayah daratan penelitian gempa adalah dengan memetakan Patahan Sumatra dan kemudian mempelajari sejarah serta karakteristik gempanya. Di wilayah busur kepulauan di barat Sumatra, penelitian difokuskan untuk mempelajari tektonik, sejarah dan karakteristik gempa-gempa megathrust (zona subduksi dangkal) dengan mempelajari respon dari pola pertumbuhan karang mikroatol terhadap gerak-gerak vertikal yang berhubungan dengan siklus deformasi elastik dari gempa megathrust.  Metoda ini sering disebut sebagai metoda paleogeodesi, yang merupakan metoda khusus dalam bidang paleoseismologi.

Kegiatan lainnya terkait dengan penelitian zona seismogenik sepanjang Busur Sunda, studi batuan induk hidrokarbon dan cekungan-cekungan di Pulau Jawa dan eksplorasi awal panas bumi. Selain itu juga terlibat penelitian-penelitian kerjasama dengan institusi lain, baik nasional maupun internasional. Penelitian tersebut meliputi survei-survei kelautan (seismik, batimetri, pemboran sedimen), ekplorasi panas bumi (pengukuran geofisika), serta kegiatan penelitian yang berhubungan dengan gejala gangguan iklim/cuaca global menyangkut curah hujan, perubahan paras dan suhu muka laut, angin dan atau badai, limpasan gelombang/tsunami, kekeringan, kebakaran hutan dan lain-lain yang melanda sebagian atau seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page