Pengelolaan SDA dan lingkungan berdasar kajian kerentanan dan daya dukung di kawasan strategis khusus: sintesa kawasan Selat Sunda, Pantai Utara Banten-Jawa Barat

Beberapa lokasi di kawasan Jawa Bagian Barat dan Sumatra bagian Selatan termasuk Selat Sunda menyandang sebagai kawasan strategis namun juga tinggi kerentanannya terhadap berbagai tekanan kondisi ekstrem alamiah maupun pemanfaatan berkelebihan. Peran dan status sebagai kawasan strategis tersebut adalah ketika pesisir sekelilingnya yang memiliki sumberdaya alam menyediakan peluang pengembangan kegiatan yang sangat beragam antara lain sebagai kawasan urban ibukota negara maupun propinsi, kawasan industri (maju), sarana vital negara, sumber pangan (pertanian), wisata, budi daya sumberdaya laut serta sekaligus sebagai kawasan konservasi. Perairan Sumatra bagian Selatan dan Jawa bagian Barat serta Selat Sunda juga menawarkan SDA dan lingkungan yang potensi dan daya dukungnya selain dari hasil biota laut, juga sebagai alur pelayaran yang menghubungkan kawasan internasional yang melalui Samudra Hindia menuju perairan Indonesia maupun melintas menuju kawasan Asia Barat. Selain kawasan industri, beberapa kota penting termasuk Jakarta tumbuh sangat pesat dengan segala macam ruang kegiatannya yang berada pada kawasan landai pesisir seperti Telukbetung, Kotaagung, Cirebon, Indramayu dan plato Bandung. Rencana pembangunan jembatan Selat Sunda juga diperkirakan akan mendorong arah perubahan tata ruang pengelolaan yang sama sekali berbeda dengan yang selama ini telah ditentukan kawasan ini. Peningkatan kegiatan di kawasan urban (pesisir maupun dataran tinggi) berdampak pada perubahan kondisi atmosferis yang memicu kondisi cuaca (hujan, angin, dll). Pada keadaan demikian, kawasan ini sebenarnya menyandang pula ancaman bahaya kejadian ekstrem akibat gejala alam seperti geologi berupa letusan gunung api Krakatau maupun gunung api lain yang berada disekeliling kawasan. Letusan Krakatau menimbulkan bencana sangat merusak dengan korban sangat besar. Tinggalan bencana masih dapat ditelusuri. Ancaman lain adalah kejadian ekstrem seperti tsunami tektonik yang masuk ke kawasan ini dari kejadian gempa yang pusatnya di luar selat. Sebagai perairan selat dengan konsentrasi kawasan industri di salah satu bagiannya, yaitu di Merak-Cilegon, menyimpan potensi terjadinya gangguan pencemaran yang penyebarannya dapat mengakibatkan kerusakan luas perairan. Ancaman laten bahaya dari kejadian ekstrem meteorologi dan kelautan adalah banjir tetapi juga kekeringan di pesisir karena centang perenangnya ruang urban pesisir dan rusaknya hulu DAS kawasan tersebut (Cimandiri, Citarum, Cipunagara, Cimanuk, dll). Penelitian ini bertujuan memperoleh data dan informasi guna menggambarkan potensi SDA dan lingkungan serta potensi kejadian ekstrem yang diperkirakan menjadi ancaman bahaya bagi pengelolaan SDA dan lingkungan kawasan ini serta kehidupan masyarakatnya. Berdasar informasi tersebut dapat dirancang pendekatan bagaimana mengatasi ancaman dengan mitigasi dan adaptasi serta upaya-upaya pendekatan yang mengedepankan pelayanan ekosistim maupun rekayasa teknik yang dalam pelaksanaannya memerlukan kajian agar implementasinya dapat dukungan pemangku kepentingan.

Penyampaian hasil dari kegiatan ini dirancang dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain disampaikan melalui pertemuan dengan pemangku kepentingan langsung serta penyampaian dengan kemasan khusus yang cepat difahami dan diterima masyarakat luas. Luaran kegiatan ini yang juga berupa naskah akademik, diharapkan dapat mendorong upaya terbaik pengelolaan SDA dan lingkungan secara berkelanjutan namun aman dari ancaman bahaya yang ada.

Kata kunci: kerentanan, ketahanan, SDA – Lingkungan, daya saing kawasan strategis

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page