Kajian Sumberdaya Air Daerah Urban Sebagai Antisipasi Pengembangan Jawa Bagian Barat dan Sumatera Bagian Selatan

Perkembangan pembangunan di berbagai sektor di Jawa Bagian Barat dan Sumatera Bagian Selatan perlu mendapat dukungan. Berbagai parameter akan menjadi acuan bagi perencanaan kegiatan pembangunan dengan harapan terciptanya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Salah satu parameter sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembangunan tersebut adalah adanya dukungan ketersediaan sumberdaya air yang berkelanjutan.

Air merupakan kebutuhan pokok bagi semua mahluk hidup dan juga lingkungan. Untuk menjamin kehidupan yang sehat maka air harus tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan atau ketersediaan air aman secara berkelanjutan (water security). Permasalahan lain berkaitan dengan pertambahan jumlah penduduk adalah pembangunan infrastruktur perumahan, jalan, perkantoran dan infrastruktur lainnya yang akan berdampak pada meningkatnya air larian (run off) dan pengurangan akan pengisian air tanah. Sehingga persoalan klasik di wilayah perkotaan adalah kekurangan air pada saat kemarau (bahkan juga musim hujan) dan banjir ketika hujan lebat.

Konsep megacities Jakarta keberadaan daerah penyangga seperti Bekasi, Bogor, dan Depok semakin dibutuhkan, mengingat arus urbanisasi serta kebutuhan akan lahan untuk industri berdampak pada penyediaan air semakin tinggi, maka kebutuhan daerah penyangga akan semakin melebar lebih jauh ke kota lain seperti Bandung, Serang dan Lampung.

Penelitian yang akan dilakukan pada tahun 2015 sampai tahun 2019 akan mengkaji secara keseluruhan parameter hidrologi yang meliputi analisis airtanah, mata air, keluaran airtanah di lepas pantai (KALP), iklim, tanah. Perlu juga diperlukan gambaran keberadaan batuan di bawah permukaan berdasarkan sifat kelistrikan batuan dan pengukuran geofisika.

Penelitian tahun 2017 merupakan lanjutan penelitan yang dilakukan sejak tahun 2015. Penelitian lapangan meliputi pengamatan dan pengukuran kualitas air baik airtanah, air permukaan maupun pengukuran infiltrasi di Cekungan Bandung, Serang dan Lampung. Disamping itu juga dilakukan pengukuran radon dan keluaran airtanah lepas pantai (KALP) di pesisir Jawa Bagian Barat dan Sumatera Bagian Selatan khususnya Lampung. Untuk mengetahui konfigurasi cekungan airtanah akan dilakukan pengukuran geofisika Pada tahun 2017. Penelitian di daerah Bandung dan sekitarnya akan melakukan percobaan metode aplikatif berupa pengolahan limbah cair peternakan sapi dan pengolahan air sederhana dengan fokus kegiatan hasil hasil penelitian tahun 2015 dan 2016 terutama di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi. Lokasi pengolahan limbah cair peternakan sapi di daerah Sunten Jaya Kecamatan Lembang dan pengolahan air sederhana di Kecamatan Ngamprah dan Cimahi Selatan.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page