Penataan Ruang Kawasan Strategis Nasional Selat Sunda

Pengembangan KSN Selat Sunda ditujukan agar dapat mencapai manfaat pembangunan yang optimal dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan maka diperlukan suatu penataan ruang terpadu yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan seluruh sumberdaya alam yang ada dan meminimalkan seluruh dampak negatif yang ditimbulkan. Tujuan pengembangan kawasan dan pengelolaan wilayah adalah pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan secara sosial dan lingkungan, yaitu adanya keselarasan antara ekonomi, sosial dan lingkungan. Penataan ruang dan perencanaan spatial diperlukan untuk mengatasi persaingan dan konflik antara pemanfaatan untuk area permukiman, komersial, industri, transportasi, rekreasi maupun pertanian, perkebunan dan pertambangan di wilayah yang bersangkutan serta untuk melakukan alokasi sumberdaya alam yang ada di wilayah tersebut dengan tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

Penataan ruang harus mempertimbangkan kesesuaian lahan serta daya dukung dan daya tampung lingkungan serta sumberdaya lokal yang ada di wilayah tersebut. Analisis kesesuaian lahan dapat dilakukan meliputi potensi lahan dan sumberdaya pertanian pangan, perkebunan, hutan maupun sumber tambang lainnya. Daya dukung dan daya tampung lahan dapat dianalisis berdasarkan tingkat kekritisan lahan dan kemampuan lahan menerima limbah dan dampak negatif yang ditimbulkan.

Kondisi geografis Selat Sunda sangat strategis bagi kepentingan ekonomi dan pertahanan keamanan nasional maupun internasional, hal ini memberikan peluang dan sekaligus ancaman. Selat Sunda sebagai Koridor Ekonomi Sumatra dalam MP3EI yang menghubungan pulau Jawa dan Sumatra akan memberikan peluang bagi kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, namun sekaligus dapat menjadi ancaman bagi kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan di wilayah tersebut. Keberadaan Selat Sunda sebagai pintu gerbang dalam ALKI I, sangat strategis bagi kepentingan pelayaran nasional maupun internasional, namun juga memberikan ancaman bagi pertahanan dan keamanan NKRI, dengan adanya lalu lintas kapal asing baik kapal sipil maupun militer. Berbagai ancaman yang timbul dapat berupa ancaman militer maupun ancaman tradisional seperti pencemaran, kerusakan lingkungan, pemancingan ilegal (illegal fishing), penyelundupan, pencurian sumber daya alam, dan perampokan terhadap kapal yang melintas.

Semua potensi dan peluang yang ada di Kawasan Strategis Selat Sunda, terkait dengan keberadaan KSN Selat Sunda sebagai KE Sumatra dalam MP3EI maupun posisi KSN Selat Sunda dalam ALKI1, perlu dikembangkan dan dioptimalkan pemanfaatannya untuk kepentingan nasional Indonesia. Sementara itu berbagai ancaman dan kerawanan yang ditimbulkan harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar tidak menimbulkan kerugian bagi kepentingan nasional Indonesia. Dalam penelitian ini diusulkan suatu kegiatan penelitian Pengembangan Sistem Informasi Kebumian untuk Penataan Ruang Kawasan Strategis Nasional Selat Sunda (Sumatra Bagian Selatan dan Jawa Bagian Barat).

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page