Studi Geologi Dan Geofisika Di Karangsambung, Kebumen Sebagai Pondasi Utama Terwujudnya Geopark Nasional

Busur Sunda merupakan daerah tektonik aktif dikarenakan adanya konvergensi antar lempeng Indo-Autralia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia. Konvergensi ini setidaknya telah teraktifkan pada masa Oligosen dan terus berevolusi seiring dengan proses tumbukan antara lempeng India dan Eurasia pada akhir Eosen.

Penelitian geologi dan geofisika pada daerah Sumatera Bagian Selatan dan Jawa akan dilakukan secara sistematis untuk mengetahui perkembangan sejarah tektonik dan implikasinya pada potensi sumberdaya geologi dan potensi bencana yang mungkin akan dihasilkan dalam kawasan ini, selain itu juga akan memberi sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu kebumian. Zona tektonik aktif menghasilkan suatu tatanan yang unik terkait potensi sumberdaya geologi. Di Pulau Sumatra bagian selatan, bukti-bukti proses tektonik ini ditunjukkan oleh adanya interaksi kelompok batuan asal benua dan batuan asal samudra – di Bukit Gumai dan Bukit Garba – bahkan sejak Masa Mesozoikum. Selain kedua lokasi tersebut percampuran batuan asal benua dan samudera tersebut dijumpai pula di daerah Gunung kasih dan Teluk Ratai di Lampung. Persoalan geologi yang masih menggantung adalah tentang umur lebih rinci, hubungan antar satuan batuan, paleogografi dan mekanisme akresi kedua kelompok batuan tersebut, yang bisa dijadikan data dasar bagi penelusuran dan mulajadi sumberdaya geologi di Sumatra bagian selatan.

Daerah Jawa Barat secara khusus sepanjang Cekungan Bogor bagian Selatan dan Timur dimana terdapat endapan Paleogen, dan juga dalam zona sesar Cimandiri sebagian besar tertutup oleh endapan volkanik muda sehingga fenomena geologi kadang sulit diidentifikasi. Untuk mengetahui kondisi bawah permukaan akan dilakukan studi bawah permukaan dengan metode geofisika non seismik (gayaberat, magnetotellurik, geolistrik dan seismik reflaksi).

Endapan Paleogen Formasi Cinambo yang tersingkap di Majalengka dan Sumedang menjadi obyek dalam penelitian ini terutama akan dungkap model dan proses sedimentasinya melalui pengamatan batuan di satu atau dua lintasan dan beberapa jenis analisa laboratorium.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page